← KEMBALI KE MENU UTAMA

Official Bank Soal • Reasona

Akhlak Tercela

10 Soal Analisis HOTS mengenai bahaya Hubbud-dunya, Hasad, Ujub, dan Sombong dalam kehidupan remaja modern.

Soal #1

"Seseorang sangat terobsesi mengejar popularitas dan kekayaan materi hingga ia berani menghalalkan segala cara, termasuk menjatuhkan nama baik orang lain dan melupakan kewajiban ibadahnya demi konten yang viral."

"Perilaku yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama dan melupakan akhirat merupakan indikasi dari penyakit hati yaitu..."

Hasad (Iri Hati).
Hubbud-dunya (Cinta Dunia Berlebihan) yang membutakan hati dari kebenaran.
Ujub (Bangga Diri).
Sombong (Takabur).
Riya (Pamer).

Soal #2

"Andi merasa sangat tidak nyaman saat melihat teman sekelasnya mendapatkan peringkat pertama. Ia kemudian mulai menyebarkan berita bohong (hoax) tentang temannya tersebut agar teman-temannya yang lain menjauhi sang juara."

"Tindakan Andi yang membenci kenikmatan orang lain dan berusaha menghilangkannya merupakan perwujudan dari..."

Ujub karena merasa dirinya lebih layak juara.
Hasad (Dengki) yang dapat memakan amal kebaikan seperti api memakan kayu bakar.
Sombong karena tidak mau mengakui keunggulan orang lain.
Hubbud-dunya karena mengejar nilai secara berlebihan.
Syaja'ah yang salah sasaran.

Soal #3

"Seorang penghafal Al-Qur'an merasa bahwa dirinya sudah sangat suci dan lebih baik dari orang lain. Di dalam hatinya, ia merasa bahwa semua amalnya adalah murni karena kehebatan dirinya sendiri, bukan karena pertolongan Allah."

"Perasaan kagum terhadap diri sendiri dan melupakan nikmat dari Allah disebut dengan penyakit..."

Riya karena ingin dipuji orang.
Sombong karena meremehkan orang lain.
Ujub (Bangga Diri) yang berisiko menghapus pahala amal ibadah.
Hasad karena takut tersaingi.
Hubbud-dunya karena mencintai status sosial.

Soal #4

"Seorang pemuda menolak untuk mendengarkan nasihat dari orang tua yang pakaiannya terlihat lusuh. Ia merasa bahwa dirinya yang berpendidikan tinggi tidak pantas menerima saran dari orang yang dianggapnya rendah."

"Definisi sombong menurut Rasulullah SAW adalah 'Menolak kebenaran dan meremehkan manusia'. Manakah tindakan di atas yang mencerminkan hal tersebut?"

Hanya menolak kebenaran karena pakaian pemberi nasihat buruk.
Menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi akan pendidikannya.
Takabur (Sombong) karena merasa diri lebih mulia dan memandang rendah martabat sesama manusia.
Sikap kritis terhadap setiap saran yang masuk.
Hubbud-dunya karena mengagungkan pendidikan duniawi.

Soal #5

"Hasad tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga merusak kedamaian batin pelakunya. Pelaku hasad seolah-olah sedang memprotes ketetapan Allah atas pembagian nikmat-Nya."

"Mengapa sifat Hasad dianggap sebagai bentuk ketidakmurnian akidah terhadap sifat Allah Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)?"

Karena pelaku hasad tidak suka berbagi rezeki dengan orang lain.
Karena dengan mendengki, seseorang secara tidak langsung tidak rida terhadap takdir dan pembagian rezeki yang telah Allah tetapkan bagi hamba-Nya.
Karena pelaku hasad biasanya adalah orang yang miskin.
Karena hasad hanya terjadi dalam urusan harta benda saja.
Karena hasad tidak ada hubungannya dengan akidah, hanya urusan akhlak.

Soal #6

"Rasulullah SAW bersabda: 'Cinta dunia adalah pangkal dari segala kesalahan (dosa)'. Seseorang yang terlalu mencintai dunia akan kehilangan kendali atas nilai-nilai kejujurannya."

"Bagaimana Hubbud-dunya dapat memicu seseorang untuk melakukan korupsi atau kecurangan?"

Karena dunia ini memang sangat indah untuk dinikmati siapa saja.
Karena keinginan untuk mengumpulkan materi secara cepat mengalahkan rasa takut kepada Allah dan kepedulian terhadap hak orang lain.
Karena korupsi adalah bagian dari strategi bertahan hidup di dunia.
Karena Allah memperbolehkan hamba-Nya mencari kekayaan sebanyak-banyaknya.
Hubbud-dunya hanya memicu sifat pelit, bukan kecurangan.

Soal #7

"Banyak remaja merasa bimbang antara menunjukkan bakat mereka (percaya diri) dengan rasa takut jatuh ke dalam sifat Ujub."

"Manakah pernyataan yang paling tepat menjelaskan batasan antara Percaya Diri (Positif) dengan Ujub (Negatif)?"

Percaya diri itu bicara di depan umum, ujub itu diam saja.
Percaya diri adalah menyadari kemampuan sebagai titipan Allah, sedangkan Ujub adalah merasa kemampuan tersebut adalah milik pribadi dan merasa lebih hebat dari orang lain.
Keduanya sama saja, tergantung siapa yang melihatnya.
Ujub lebih baik daripada rendah diri yang berlebihan.
Percaya diri hanya untuk urusan dunia, ujub untuk urusan ibadah.

Soal #8

"Untuk mengobati sifat sombong, seseorang harus menyadari asal-usul penciptaan manusia dan akhir kehidupannya kelak."

"Renungan apa yang paling efektif untuk menghancurkan bibit kesombongan dalam hati?"

Menyadari bahwa dirinya berasal dari air mani yang hina dan akan berakhir menjadi bangkai di liang lahat yang sempit.
Berpikir bahwa kesombongan akan membuatnya terlihat keren.
Bekerja lebih keras agar kesombongannya memiliki bukti nyata.
Membandingkan kekayaan diri dengan orang yang lebih miskin.
Menunggu sampai orang lain menghormati kita baru kita bersikap rendah hati.

Soal #9

"Di media sosial, kita sering melihat fenomena 'Flexing' atau pamer kekayaan. Tanpa sadar, penonton konten tersebut sering merasa iri dan ingin memiliki hal yang sama dengan segala cara."

"Rantai penyakit hati apa yang terjadi dalam fenomena tersebut?"

Sombong dari konten kreator memicu Hubbud-dunya dari penonton.
Riya/Sombong dari pembuat konten memicu Hasad dan Hubbud-dunya pada penonton yang tidak memiliki iman yang kuat.
Iffah dari penonton memicu rasa simpati pada kreator.
Hikmah dari kreator memicu kreativitas pada penonton.
Hanya urusan marketing biasa, tidak ada hubungannya dengan penyakit hati.

Soal #10

"Pembersihan hati (Tazkiyatun Nafs) adalah kunci utama untuk selamat dari 4 akhlak tercela ini. Hati yang bersih akan melahirkan ketenangan."

"Apa langkah praktis pertama yang harus dilakukan seorang remaja untuk menghindari Hasad dan Sombong?"

Menjauhi pergaulan agar tidak melihat keunggulan orang lain.
Membiasakan diri bersyukur atas setiap nikmat yang ada dan mengakui bahwa segala kelebihan adalah murni pemberian Allah, bukan kehebatan diri sendiri.
Mengkritik orang lain agar mereka tidak menjadi sombong.
Berhenti menggunakan internet selamanya.
Menunggu sampai hati benar-benar bersih baru melakukan amal baik.
← Kembali ke Menu Utama
© 2026 REASONA MULTIPLAYER ENGINE • AKHLAK TERCELA REPOSITORY