← KEMBALI KE MENU UTAMA
Official Bank Soal • Reasona XI
Adab Bergaul
10 Soal Analisis mengenai Adab Berhias, Perjalanan, Bertamu, dan Menemui Tamu dalam perspektif Akhlak Islam.
Soal #1
"Islam mencintai keindahan dan kerapian. Namun, dalam berhias terdapat batasan agar tidak jatuh pada perbuatan tabarruj (pamer perhiasan berlebihan) atau merubah ciptaan Allah secara permanen."
"Bagi seorang muslimah, prinsip utama dalam berhias yang sejalan dengan nilai 'Iffah' (menjaga kehormatan) adalah..."
Menggunakan kosmetik paling mahal agar terlihat cantik di depan semua orang.
Berhias sewajarnya untuk kerapian diri, namun tidak menonjolkan kecantikan secara berlebihan di depan lelaki yang bukan mahram.
Mengikuti tren kecantikan luar negeri meskipun harus membuka aurat.
Berhias hanya saat ingin difoto untuk diunggah ke media sosial.
Dilarang berhias sama sekali karena dunia hanya sementara.
Soal #2
"Seorang pemuda menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin hanya untuk merapikan rambut dan pakaiannya, namun ia sering terlambat shalat berjamaah karena terlalu asyik bersolek."
"Analisis perilaku pemuda tersebut menunjukkan pelanggaran adab berhias dalam hal..."
Kurangnya biaya untuk membeli cermin yang lebih besar.
Berlebih-lebihan (israf) dalam berhias hingga melalaikan kewajiban utama kepada Allah SWT.
Ia terlalu tampan sehingga wajar jika lama di depan cermin.
Tidak adanya dukungan dari teman-temannya untuk berpakaian rapi.
Hanya sekadar hobi remaja yang tidak perlu dipermasalahkan.
Soal #3
"Saat melakukan perjalanan jauh (Safar), seorang muslim disarankan untuk menunjuk satu orang sebagai pemimpin rombongan (Amir) dan senantiasa menjaga dzikir selama di kendaraan."
"Apa fungsi sosiologis dari penunjukan seorang 'Amir' dalam perjalanan menurut adab Islam?"
Agar ada orang yang membayar semua biaya perjalanan.
Mewujudkan keteraturan, memudahkan koordinasi, dan menghindari perselisihan selama dalam perjalanan.
Hanya sebagai simbol penghormatan kepada orang yang paling tua.
Agar perjalanan terasa lebih santai tanpa aturan.
Sebagai syarat agar doa perjalanan dikabulkan.
Soal #4
"Di dalam kereta api yang penuh sesak, seorang pemuda melihat seorang lansia berdiri di dekatnya. Ia pura-pura tidur agar tidak perlu memberikan kursinya."
"Tindakan pemuda tersebut bertentangan dengan adab perjalanan dalam Islam, terutama mengenai aspek..."
Keamanan perjalanan.
Kecepatan sampai di tujuan.
Empati dan tolong menolong (Ta'awun) terhadap sesama musafir yang membutuhkan bantuan khusus.
Kekuatan fisik musafir muda.
Hak pribadi penumpang yang sudah membayar tiket.
Soal #5
"Islam melarang kita bertamu pada tiga waktu privasi (sebelum Subuh, waktu siang/istirahat, dan setelah Isya), kecuali dalam kondisi mendesak."
"Apa hikmah dibalik pemilihan waktu yang tepat saat bertamu ke rumah orang lain?"
Agar kita pasti mendapatkan hidangan makanan yang enak.
Menghargai hak istirahat dan privasi tuan rumah sehingga kunjungan kita tidak menjadi beban atau gangguan bagi mereka.
Supaya kita tidak terlihat seperti orang yang tidak punya pekerjaan.
Hanya mengikuti adat istiadat suku tertentu.
Agar kita bisa mengobrol lebih lama tanpa henti.
Soal #6
"Saat mengetuk pintu rumah orang lain, seorang tamu dilarang berdiri tepat di depan celah pintu, melainkan harus bergeser ke samping kanan atau kiri pintu."
"Mengapa posisi berdiri tamu saat mengetuk pintu diatur sedemikian rupa dalam adab Islam?"
Agar tidak terkena angin saat pintu dibuka.
Menjaga pandangan dari melihat ke dalam rumah (privasi/aurat keluarga) sebelum diizinkan masuk oleh tuan rumah.
Supaya terlihat lebih sopan di mata tetangga.
Hanya sekadar formalitas kuno yang tidak penting lagi.
Agar tuan rumah tidak takut saat membuka pintu.
Soal #7
"Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya'."
"Implementasi 'memuliakan tamu' yang paling minimal namun sangat bermakna bagi tuan rumah adalah..."
Memberikan uang saku saat tamu akan pulang.
Menyambut dengan wajah ceria, kata-kata yang santun, dan menyuguhkan apa yang ada di rumah dengan penuh keikhlasan.
Mengajak tamu berkeliling seluruh ruangan rumah.
Membelikan makanan paling mahal dari restoran ternama.
Meminta tamu untuk segera pulang karena urusan kita banyak.
Soal #8
"Seseorang datang bertamu tanpa janji di saat tuan rumah sedang sangat sibuk mengerjakan tugas penting yang tidak bisa ditinggalkan."
"Bagaimana adab tuan rumah yang benar dalam menyikapi situasi tersebut sesuai ajaran Al-Qur'an?"
Marah-marah karena merasa waktu pribadinya diganggu.
Menyampaikan permohonan maaf dengan cara yang sangat halus dan meminta tamu untuk datang di lain waktu, dan tamu harus rida menerimanya.
Bersembunyi di dalam kamar dan pura-pura tidak ada di rumah.
Membiarkan tamu menunggu di teras selama berjam-jam tanpa ditemui.
Memaksakan diri menemui tamu meskipun tugasnya menjadi berantakan.
Soal #9
"Tuan rumah menyuguhkan hidangan soto, namun sang tamu sebenarnya tidak menyukai rasa kuah soto tersebut."
"Apa adab terbaik bagi seorang tamu saat disuguhi makanan yang kurang sesuai dengan selera pribadinya?"
Langsung mengkritik masakan tersebut agar tuan rumah tahu kesalahannya.
Mencicipi sedikit untuk menghargai usaha tuan rumah dan tetap memujinya tanpa perlu berbohong berlebihan.
Menolak secara kasar dan meminta diganti dengan makanan lain.
Membuang makanan tersebut saat tuan rumah tidak melihat.
Mengunggah foto masakan tersebut ke medsos dengan caption negatif.
Soal #10
"Adab berhias, perjalanan, dan bertamu merupakan cerminan dari tingkat peradaban dan kualitas iman seorang muslim."
"Apa dampak sosial yang paling nyata jika seluruh elemen adab bergaul ini diterapkan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat?"
Meningkatnya angka penjualan alat kosmetik dan fashion.
Terciptanya lingkungan sosial yang harmonis, saling menghargai privasi, dan penuh dengan rasa persaudaraan yang tulus.
Masyarakat menjadi terlalu sibuk saling berkunjung satu sama lain.
Semua orang akan menjadi terkenal karena selalu berpenampilan rapi.
Dunia akan menjadi tempat yang sangat kaku dan membosankan.