← KEMBALI KE MENU UTAMA

Official Bank Soal • Reasona XI

Ilmu Kalam

10 Soal Analisis HOTS mengenai Konsep Dasar, Sejarah Pemikiran, dan Urgensi Ilmu Kalam dalam menjaga Akidah Islam.

Soal #1

"Secara etimologi, Kalam berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam, Ilmu Kalam sering disebut juga sebagai Teologi Islam atau Ilmu Ushuluddin."

"Mengapa Ilmu Kalam disebut sebagai 'Ilmu Kalam' (ilmu perkataan)? Manakah alasan yang paling mendasar menurut para ahli?"

Karena hanya membahas tentang cara berbicara yang baik di depan umum.
Karena pembahasannya yang mendalam menggunakan argumen logika (aqli) dan firman Allah (naqli) mengenai eksistensi Tuhan.
Hanya karena para ulamanya suka berdebat dan mengobrol.
Karena ilmu ini khusus untuk orang yang pintar berkata-kata saja.
Karena ilmu ini tidak membutuhkan bukti tertulis, cukup lisan saja.

Soal #2

"Sejarah munculnya Ilmu Kalam tidak lepas dari dinamika politik umat Islam pasca wafatnya Rasulullah SAW, terutama setelah peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan dan Perang Siffin."

"Apa pemicu internal utama yang melahirkan perdebatan teologis (Ilmu Kalam) pertama kali dalam sejarah Islam?"

Perbedaan pendapat mengenai tata cara shalat berjamaah.
Masalah kepemimpinan (Imamah) yang berlanjut pada persoalan status dosa besar dan iman seseorang.
Masalah pembagian harta warisan kerajaan Islam.
Keinginan umat Islam untuk meniru filosofi Yunani kuno.
Perbedaan bahasa antar suku di Jazirah Arab.

Soal #3

"Kelompok ini muncul karena tidak setuju dengan keputusan Tahkim (arbitrase) antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah. Mereka berpendapat bahwa 'La Hukma Illa Lillah' (Tiada hukum kecuali milik Allah)."

"Analisis pemikiran aliran Khawarij terhadap pelaku dosa besar yang paling ekstrem adalah..."

Pelaku dosa besar tetap mukmin tetapi fasik.
Pelaku dosa besar dianggap telah keluar dari Islam (kafir) dan halal darahnya.
Urusan dosa besar diserahkan sepenuhnya kepada Allah di akhirat nanti.
Dosa besar tidak mempengaruhi iman seseorang sama sekali.
Dosa besar bisa dihapus dengan membayar denda uang kepada negara.

Soal #4

"Di tengah pertentangan keras antara Khawarij dan Syi'ah, muncul aliran Murji'ah yang mencoba mengambil posisi 'menunda' penghakiman terhadap sesama muslim."

"Apa filosofi utama dari aliran Murji'ah dalam menyikapi konflik politik dan status iman umat Islam saat itu?"

Iman adalah tindakan nyata yang harus dibuktikan dengan peperangan.
Iman cukup dalam hati saja, dan amal tidak berpengaruh pada keselamatan seseorang.
Menunda (irja') keputusan mengenai nasib seseorang di akhirat kepada Allah agar tidak terjadi perpecahan lebih lanjut di dunia.
Memaksa semua orang untuk masuk ke aliran mereka.
Menyalahkan semua pihak yang terlibat dalam perang saudara.

Soal #5

"Pada masa kekhalifahan Abbasiyah, terjadi gerakan penerjemahan besar-besaran karya filsafat Yunani. Hal ini membawa pengaruh cara berpikir rasional ke dalam dunia Islam."

"Bagaimana pengaruh filsafat Yunani menjadi faktor eksternal lahirnya Ilmu Kalam yang lebih sistematis?"

Ilmu Kalam menjadi tiruan persis dari filsafat Yunani kuno.
Umat Islam menggunakan metode logika (mantik) Yunani untuk membela dan menjelaskan ajaran tauhid agar bisa diterima secara akal oleh bangsa lain.
Umat Islam meninggalkan Al-Qur'an dan beralih ke buku-buku Aristoteles.
Ilmu Kalam dilarang oleh khalifah karena dianggap bid'ah Yunani.
Filsafat Yunani tidak memberikan pengaruh apa pun pada perkembangan Ilmu Kalam.

Soal #6

"Ilmu Kalam sering disebut sebagai 'The Shield of Faith' atau perisai iman bagi umat Islam menghadapi serangan ideologi luar."

"Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan urgensi Ilmu Kalam di tengah masyarakat modern yang skeptis?"

Untuk menghafal nama-nama aliran yang sudah punah di masa lalu.
Untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam melalui argumentasi rasional yang kuat menghadapi keraguan (syubhat) zaman sekarang.
Hanya untuk syarat kelulusan di madrasah atau pondok pesantren.
Agar umat Islam berani berdebat dengan pengikut agama lain tanpa henti.
Ilmu Kalam sudah tidak relevan lagi karena sekarang zaman sains.

Soal #7

"Ilmu ini memiliki beberapa sebutan, seperti Ilmu Tauhid, Ilmu Ushuluddin, dan Al-Fiqh al-Akbar."

"Mengapa Abu Hanifah menyebut Ilmu Kalam dengan istilah 'Al-Fiqh al-Akbar' (Fikih Terbesar)?"

Karena membahas hukum-hukum perdagangan yang besar dan kompleks.
Karena ilmu ini membahas pokok-pokok keyakinan (akidah) yang jauh lebih mendasar daripada hukum ibadah praktis (fikih biasa).
Karena hanya boleh dipelajari oleh para ulama besar saja.
Karena buku-bukunya berukuran sangat besar dan tebal.
Karena ilmu ini merupakan gabungan dari seluruh cabang ilmu agama.

Soal #8

"Ilmu Kalam mensinergikan antara Dalil Naqli (Al-Qur'an & Hadis) dengan Dalil Aqli (Logika Manusia)."

"Dalam hierarki Ilmu Kalam, bagaimana posisi Dalil Aqli terhadap Dalil Naqli?"

Akal berada di atas Al-Qur'an, sehingga Al-Qur'an harus dibuang jika tidak masuk akal.
Akal berfungsi untuk memahami, memperkuat, dan menjelaskan kebenaran Dalil Naqli, bukan untuk menggantikannya.
Akal tidak memiliki peran apa pun, karena agama hanya soal ketaatan buta.
Akal hanya digunakan untuk urusan dunia, tidak boleh masuk urusan akidah.
Keduanya setara dan boleh saling mengalahkan kapan saja.

Soal #9

"Seseorang yang mempelajari Ilmu Kalam dengan benar akan memiliki 'Keyakinan yang Teruji', bukan sekadar 'Iman Ikutan' (Taklid)."

"Apa manfaat mempelajari Ilmu Kalam bagi kemantapan jiwa seorang pelajar muslim?"

Menjadi orang yang suka meragukan segala hal dalam hidup.
Terhindar dari pengaruh paham-paham yang menyimpang (seperti ateisme/liberalisme) karena memiliki landasan argumen yang kokoh.
Menjadi lebih sombong karena merasa paling tahu tentang Tuhan.
Berhenti menjalankan ibadah karena merasa sudah cukup dengan berlogika saja.
Memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus atau jin.

Soal #10

"Ilmu Kalam bukanlah ilmu statis yang berhenti di masa lalu, melainkan ilmu yang harus terus berdialog dengan perkembangan sains dan teknologi."

"Bagaimana tantangan Ilmu Kalam di era Big Data dan Kecerdasan Buatan (AI) saat ini?"

Ilmu Kalam harus dilarang karena bertentangan dengan teknologi modern.
Ilmu Kalam harus mampu menjawab persoalan ketuhanan dan eksistensi manusia di tengah kemajuan teknologi agar iman tetap relevan.
Teknologi akan menggantikan peran Tuhan, sehingga Ilmu Kalam akan hilang.
Cukup menggunakan AI saja untuk menjawab semua pertanyaan tentang agama.
Ilmu Kalam hanya fokus pada sejarah masa lalu, tidak perlu melihat masa depan.
← Kembali ke Menu Utama
© 2026 REASONA MULTIPLAYER ENGINE • KELAS 11 ILMU KALAM REPOSITORY